Makna Filosofis Rumah Adat Kampung Kuta
Keywords:
Makna Filosofis Rumah Adat Kampung KutaSynopsis
SPESIFIKASI BUKU
◉ Harga : Rp 65.000
◉ Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
◉ Jumlah Halaman : 63 hal
◉ Ketebalan Buku : 1 cm
◉ ISBN : 978- 623-448-115-0
◉ Deskripsi Buku : Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Buku dengan judul Makna Filosofis Rumah Adat Kampung Kuta sesuai yang ditargetkan. Buku dengan judul Makna Filosofis Rumah Adat Kampung Kuta berisikan mengenai kajian makna dari filosofis Rumah Adat Kampung Kuta. Aarsitektur rumah adat di Kampung kuta terdapat dua jenis yaitu diantaranya rumah panggung jure dan rumah panggung julang ngapak. Selanjutnya kearifan lokal masyarakat Kapung Kuta dalam perencanaan dan pembangunan rumah adat terdapat istilah Teya, Ngalelemah, dan juga banyak larangan-larangan yang tidak boleh melakukan diantaranya penambahan/perluasan rumah ke arah timur dari rumah yang sudah ada (dihuni), bentuk rumah harus memanjang ke belakang/limas dan harus memiliki kolong (rumah panggung), dinding rumah harus terbuat dari bilik (anyaman bambu), Tiang-tiang penyangga utama terbuat dari kayu, Pintu dan jendela harus gebyog, lantai rumah terbuat dari bambu, hari Jumat pertama setelah rumah dihuni, penghuni rumah wajib menanam tiga jenis tanaman yaitu: kelapa, pisang, dan ketela pohon di sekitar rumahnya. Kami menyadari bahwa Buku ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan buku ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Buku ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.