Santriwati Berbicara Tentang Islam, Pesantren, Gender, Dan Sastra
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
◉ Harga : Rp 85.000
◉ Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
◉ Jumlah Halaman : 209 hal
◉ Ketebalan Buku : 1 cm
◉ ISBN : On Proses
◉ Deskripsi Buku : PENDIDIKAN pada dasarnya adalah proses pembentukan intelektualisme ('ilmiyah 'amaliyah), profesionalisme ('amaliyah 'ilmiyah), dan karakter budi pekerti yang luhur ('amal shalih dan akhlaq karimah). Tak terkecuali pendidikan tinggi yang kami kelola di Ma'had Aly Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon ini. Cita-cita kami sejak kelahirannya pada tahun 2017, sesuai dengan rekomendasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) I di Pesantren Kebon Jambu, adalah hendak menghasilkan (kader) ulama yang selain memiliki keilmuan Islam berbasis kitab kuning yang mumpuni, juga memiliki perspektif keadilan gender yang kuat dan memiliki komitmen yang tinggi untuk memperjuangkan hak-hak perempuan demi terwujudnya kehidupan yang bermartabat, maslahat, setara, dan adil. Karakter ulama seperti ini, kami sebut “ulama perempuan“. Ulama perempuan di sini tidak menunjukkan jenis kelamin, melainkan komitmen perjuangan keislaman. Dengan demikian, ulama perempuan bisa berjenis kelamin perempuan dan bisa juga laki-laki. Inilah keputusan KUPI I yang diselenggarakan pada 25-27 Juli 2017 di Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon. Saya mencoba merintis tradisi baru untuk mendorong mahasantri terbiasa menulis kegelisahan intelektualnya dalam belajar. Pada saat mengajar mata kuliah Studi Gender dan Islam di semester dua pada tahun 2017, saya membuat aturan agar setiap mahasantri memiliki buku tulis “debur“ yang tebal untuk mencatat seluruh materi perkuliahan yang saya berikan. Lalu, setelah mengikuti kuliah setiap mahasantri diwajibkan untuk menulis refleksi atas materi perkuliahan yang saya berikan. Refleksi ini ditulis di buku “debur“ tersebut, minimal tiga halaman.