Monograf : Kebiasaan Keluarga Terhadap Penyakit DBD
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
◉ Harga : Rp 45.000
◉ Ukuran : 18 x 25 cm
◉ Jumlah Halaman : 71 hal
◉ Ketebalan Buku : 1 cm
◉ ISBN : On Proses
◉ Deskripsi Buku : Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Buku dengan judul Monograf : Kebiasaan Keluarga Terhadap Penyakit DBD sesuai yang ditargetkan. Buku ini berisikan pembahasan mengenai konsep demam berdarah dengue, faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit tersebut, peran perawat. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi dan wawasan tambahan bagi pembaca dalam memahami permasalahan DBD dari perspektif kebiasaan keluarga. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Buku ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.
References
Alcon, S., Talarmin, A., Debruyne, M., et al. (2002). Enzyme-linked immunosorbent assay to dengue virus type 1 nonstructural protein NS1 reveals circulation of the blood during the acute phase of disease in patients experiencing primary or secondary infection. Journal of Clinical Microbiology, 40(1), 376–381.
Anderson, E. T., & McFarlane, J. (2007). Buku ajar keperawatan komunitas: Teori dan praktik. Jakarta: EGC.
Andryani, S. (2009). Peran protein nonstruktural 1 terhadap gangguan fungsi hepar pada infeksi virus dengue (Disertasi). Universitas Airlangga.
Anggraini, S. (2018). Hubungan keberadaan jentik dengan kejadian DBD di Kelurahan Kedurus Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(3), 252–258.
Ariani, A. P. (2014). Aplikasi metodologi kajian kebidanan dan kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Nuha Medika.
Ariani, A. P. (2016). Demam Berdarah Dengue (DBD). Yogyakarta: Nuha Medika.
Arikunto, S. (2012). Prosedur kajian. Jakarta: Rineka Cipta.
Aryati, Trimarsanto, H., Yohan, B., et al. (2013). Performance of commercial dengue NS1 ELISA and molecular analysis of NS1 gene of dengue viruses obtained during surveillance in Indonesia. BMC Infectious Diseases, 13(611), 1–11.
Astuti, P., & Elisabeth. (2018). Hubungan kondisi lingkungan fisik terhadap tingkat kepadatan larva Aedes sp. di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: FKM Universitas Respati.
Ayati. (2010). Makalah pendekatan laboratorium infeksi virus dengue untuk diagnosis DBD. Dipresentasikan pada ceramah IDI, Lombok Timur, 29 Mei.
Ayati, Soetjipto, Hariadhi, S., et al. (2006). Profil serotipe virus dengue di Indonesia tahun 2003–2005. Majalah Kedokteran Tropis Indonesia, 17(1), 72–80.
Ayun, E. (2017). Hubungan faktor lingkungan fisik dan perilaku dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Public Health Perspective Journal, 2(2), 97–104.
Ayun, L. L. (2016). Hubungan antara faktor lingkungan fisik dan perilaku dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang Tahun 2015 (Skripsi). Universitas Negeri Semarang.
Ayun, L. L., & Pawenang, E. T. (2017). Hubungan antara faktor lingkungan fisik dan perilaku dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Public Health Perspective Journal, 2, 97–104.
Indrawan. (2001). Mengenal dan mencegah demam berdarah. Bandung: Pionir Jaya.
Jihaan, S., Chairani, A., & Mashoedojo. (2017). Hubungan antara perilaku keluarga terhadap kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Pancoran Mas. Jurnal Profesi Medika, 11(1), 41–47.
Kemenkes RI. (2017a). Data dan informasi (R. Kurniawan, B. Hardhana, & Yudianto, Eds.). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2017b). Profil kesehatan Indonesia (R. Kurniawan, Yudianto, B. Hardhana, & T. Siswanti, Eds.). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Lisna Wati Ayu Ningsih, & Jumakil Resok. (2020). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD pada anak usia <15 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Wua-Wua Kota Kendari Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo, 1(1), 8–14.
Mahardika. (2009). Hubungan antara perilaku kesehatan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Cepiring Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Tahun 2009 (Skripsi). Universitas Negeri Semarang.
Mufidah, F. (2012). Cermati penyakit-penyakit yang rentan diderita anak usia sekolah. Yogyakarta: Flashbooks.
Notoatmodjo, S. (2007). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Metode kajian kuantitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi kajian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nugroho, F. S. (2009). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di RW IV Desa Ketitang Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Palgunadi, B. U., & Asih, R. (2010). Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue. Prosiding Seminar. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Prasetyo, D. S. (2012). Daftar tanda dan gejala ragam penyakit. Yogyakarta: Flashbooks.
Rianasari, dkk. (2016). Hubungan faktor risiko lingkungan fisik dan perilaku dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Mustikajaya Kota Bekasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(5).
Risa, F. (2021). Faktor yang berhubungan dengan lingkungan fisik dan tindakan masyarakat terhadap kejadian demam berdarah dengue.
Sofia, dkk. (2014). Hubungan kondisi lingkungan rumah dan perilaku keluarga dengan kejadian DBD di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 13(1). Universitas Diponegoro.
Sucinah, & Tri. (2019). Hubungan kondisi lingkungan fisik dengan kejadian demam berdarah dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19–24. Yogyakarta: FKM Universitas Ahmad Dahlan.
Sumanto, S. P. S. (1983). Demam berdarah (dengue) pada anak. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-PRES).
Sunarya, A. (2019). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2019 (Skripsi). UIN Sumatera Utara.
Suryono, & Mekar D. A. (2013). Metodologi kajian kualitatif dan kuantitatif dalam bidang kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
World Health Organization. (2005). Dengue diagnostics: Proceedings of an international workshop. UNICEF/UNDP/World Bank/WHO Special Programme for Research and Training in Tropical Diseases (TDR). Geneva, Switzerland, 4–6 Oktober.