Tasawuf Al-muhasibi Psikodinamika Hati, Akal Dan Dimensi Fisik Manusia

Authors

Novi Nurul Fitriani; Rifka Agustine Fauziah; Afifah Fauziah

Synopsis

SPESIFIKASI BUKU

◉ Harga                    : Rp 85.000

◉ Ukuran                  : 14,8 cm x 21 cm 

◉ Jumlah Halaman : 284 hal

◉ Ketebalan Buku  : 1  cm

◉ ISBN                       : On Proses

◉ Deskripsi Buku   : Tasawuf sebagai dimensi ruhani Islam bukanlah ajaran asing, melainkan kelanjutan dari risalah Nabi صلى الله عليه وسلم yang menekankan keikhlasan, ketundukan hati, dan cinta kepada Allah. Pada abad pertama Hijriyah, corak kehidupan zuhud telah tampak dalam pribadi para sahabat dan tābi‘īn seperti Abū Dharr al-Ghifārī, Hasan al-Baṣrī (w. 110 H), dan Rābi‘ah al-‘Adawiyyah (w. 185 H). Mereka adalah generasi awal yang menekankan kesederhanaan, ibadah, dan pengendalian nafsu. Pada abad ke-2 dan ke-3 Hijriyah, muncul upaya kodifikasi melalui karya-karya tertulis yang menjadi rujukan bagi generasi setelahnya. Beberapa karya penting di antaranya: 1. “Kitāb al-Zuhd” karya ‘Abdullāh ibn al-Mubārak (w. 181 H), yang memuat hadis, atsar, dan nasihat tentang kehidupan asketis dan kewaspadaan dari dunia. 2. “Al-Ri‘āyah li-Ḥuqūq Allāh” karya al-Ḥārith al-Muḥāsibī (w. 243 H), kitab monumental yang mengajarkan prinsip muḥāsabah, penyucian hati, dan ketulusan niat. 3. Risalah al-Muḥāsibī lainnya seperti Kitāb al-Makhāfah wa al-Rajā’ yang memperlihatkan perhatian mendalam pada aspek psikologis dan spiritual manusia. Al-Ḥārith al-Muḥāsibī menempati posisi istimewa dalam lintasan sejarah tasawuf. Julukannya “al-Muḥāsibī” menunjukkan penekanannya pada introspeksi diri (muḥāsabah al-nafs), sebuah metode spiritual yang mengajarkan agar setiap mukmin senantiasa mengukur amalnya di hadapan Allah, menghindari riya’, dan menjaga keikhlasan. Pemikiran beliau memadukan ketelitian ilmu fikih, kedalaman teologi, dan kelembutan rasa dalam pengalaman tasawuf. Buku ini berupaya menghadirkan kembali warisan al-Muḥāsibī dengan menguraikan latar belakang tasawuf abad ke-1 hingga ke-3 H, lalu menelusuri kontribusi beliau dalam membangun fondasi ilmu tasawuf. Harapannya, pembaca dapat memahami tasawuf sebagai disiplin yang lahir dari keseimbangan: antara syariat dan hakikat, amal lahir dan kesucian batin, cinta dan takut kepada Allah. Semoga dengan memahami karya dan pemikiran para ulama awal, khususnya al-Muḥāsibī, kita mampu mengambil hikmah dalam menapaki jalan penyucian diri, sehingga tasawuf tidak berhenti sebagai warisan sejarah, tetapi hadir sebagai panduan hidup ruhani di era modern.

References

Akbar, Muhammad Fauzi. Pengantar al-Masail fi A'mal Qulub wal Jawarih. PDF. Tahqiq Muhammad Fauzi Akbar.

Al-Ghazālī. Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn. Juz III. Tahqīq Muḥammad ʿAbd al-Ḥamīd. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1997.

Al-Ḥārith al-Muḥāsibī. al-Ri‘āyah li Ḥuqūq Allāh. Tahqīq ʿAbd al-Qādir Aḥmad ʿAṭā. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1995.

Al-Mansouri, Muhammad al-Tahir. The Early History of Islamic Philosophy. Beirut: Dar al-Ilm, 1995.

Al-Sulayman, Abdul-Rahman. Al-Muhasibi: His Life and Works. Riyadh: Dar al-Minhaj, 2002.

Aliah Darma, Yoce. “Metode Pembelajaran Penerjemahan.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2007.

Berelson, Bernard. Content Analysis in Communication Research. Glencoe: Free Press, 1959.

Bungin, B. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Press, 2011.

Fathurrahman, Muhammad. “Mursyid Tarekat Idrisiyyah Ungkap Empat Rukun Tasawuf yang Perlu Ditegakkan.” JATMAN Online. Diakses 13 Mei 2025.

Fathurrahman, Muhammad. Konsep Zuhud dalam Perilaku Bisnis di Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah Tasikmalaya. Diakses 13 Mei 2025.

Ibn al-Jawzī. Manāqib al-Imām Aḥmad. Tahqīq Muḥammad Aḥmad ʿAbd al-ʿAzīz. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1997.

Ibn Taymiyyah. Majmū‘ al-Fatāwā. 10/608. Riyadh: Dār al-Waṭan, 1998.

Kister, Michael J. The Life and Thought of Al-Muhasibi. London: Routledge, 2003.

Macquarie Dictionary. (2025). S.v. "method".

Mahmud, Abdul Halim. Pengantar Abi Abdillah al-Harits al-Muhâsibi, al-Ri’ayah li Huquq Allah. Kairo: Dâr al-Ma’rif, 1984.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.

Newmark, Peter. A Textbook of Translation. New York: Prentice Hall, 1988.

Noer, Kautsar Azhari. “al-Ri’ayah Li Huquq Allah al-Muhasibi.” Dalam Kautsar Azhari Noer (Ed.), Warisan Agung Tasawuf: Mengenal Karya Besar Para Sufi. Jakarta: Sadra, 2015.

Santri, Journal of Pesantren and Fiqih Sosial. "Main Thought of al-Muhasibi in the Book al-Masail fi A'mal al-Qulub wa al-Jawarih fi al-Makasib wa al-‘Aql." 29 Juni 2022.

Siregar, R., Safriandi, F., Ramadhan, A., et al. “Penerjemahan sebagai Jembatan Antar Budaya.” Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI), 2, 2022.

Syihabuddin. “Penerjemahan Arab-Indonesia Teori dan Praktik.” Journal of Chemical Information and Modeling, 2016.

Yahya, Abdul Wahid. Al-Muhasibi and the Roots of Sufism. London: Islamic Publications, 1990.

Zaenudin, Zaenudin, & Ahmad Tantowi. “Main Thought of Al-Muhasibi in the Book Al-Masail Fi A’mal Al-Qulub Wa Al-Jawarih Fi Al-Makasib Wa Al-‘Aql.” Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 3(1), 2022.

Published

August 22, 2025

Details about the available publication format: Pratinjau Buku

Pratinjau Buku

Physical Dimensions

Details about the available publication format: Beli Buku

Beli Buku

Physical Dimensions