Model Rantai Nilai (Value Chain) Tataniaga Jambu Biji Dalam Sistem Agribisnis Lokal
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
◉ Harga : Rp 45.000
◉ Ukuran : 14.8 x 21 cm
◉ Jumlah Halaman : 88 hal
◉ Ketebalan Buku : 1 cm
◉ ISBN : On Proses
◉ Deskripsi Buku : Buku ini disusun sebagai bentuk kontribusi dalam memperkaya literatur agribisnis, khususnya terkait pemahaman komprehensif mengenai tataniaga jambu biji dan analisis rantai nilai yang terjadi dalam sistem agribisnis lokal. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buah jambu biji serta pertumbuhan sektor agribisnis yang pesat, kajian mengenai pola tataniaga yang efisien, adil, dan berkelanjutan menjadi sangat penting untuk dikembangkan. Sebagai salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi, jambu biji (Psidium guajava L.) memerlukan sistem pemasaran yang mampu menghubungkan petani dengan pasar secara efektif. Namun, berbagai tantangan masih ditemukan, mulai dari panjangnya rantai tataniaga, tingginya biaya distribusi, margin keuntungan yang tidak merata, hingga rendahnya efisiensi saluran pemasaran. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi tataniaga jambu biji di tingkat lokal serta menawarkan pendekatan value chain sebagai alternatif analisis yang lebih strategis. Isi buku ini diawali dengan pembahasan tantangan dan permasalahan tataniaga jambu biji, dilanjutkan dengan deskripsi morfologi dan syarat tumbuh tanaman sebagai dasar pemahaman agronomis. Selanjutnya, buku ini menguraikan nilai manfaat jambu biji dalam konteks agribisnis, konsepkonsep penting dalam tataniaga, hingga analisis mendalam mengenai rantai nilai, pola saluran pemasaran, lembaga-lembaga yang terlibat, biaya distribusi, margin, keuntungan, serta efisiensi tataniaga. Setiap bab disusun agar pembaca dapat memperoleh gambaran teoretis dan empiris secara seimbang.
REFERENSI :
Angipora, M. P. (1999). Dasar-dasar pemasaran. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Annindita. (2004). Struktur pasar, tingkah laku, dan penampilan pasar. Modul Praktikum Tataniaga Hasil Pertanian.
Anonymous. (2001). Jambu biji/jambu batu (Psidium guajava L.). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan IPTEK, Jakarta.
Anonymous. (2012). Tinjauan pustaka. Skripsi, Institut Pertanian Bogor.
Anonymous. (2012). Analisis keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani jambu biji (Studi kasus: Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat). Skripsi, Institut Pertanian Bogor.
Ashari, S. (1995). Hortikultura: Aspek budidaya. UI Press, Jakarta.
Cahyono, B. (2010). Sukses budidaya jambu biji di pekarangan & perkebunan. Andi, Yogyakarta.
Daniel, M. (2002). Pengantar ekonomi pertanian. Bumi Aksara, Jakarta.
Glend, W. C. (1982). Lembaga, saluran, dan fungsi-fungsi tataniaga pertanian. Modul Praktikum Tataniaga Hasil Pertanian.
Gultom, H. L. T. (1996). Tataniaga pertanian. USU Press, Medan.
Hanafiah, A. M., & Saefuddin, A. M. (1986). Tataniaga hasil pertanian. UI Press, Jakarta.
Hasan, I. (2002). Pokok-pokok materi metodologi kajian dan aplikasinya. Ghalia Indonesia, Jakarta.
Kohls, R. L., & Uhl, J. N. (1985). Marketing of agricultural products (6th ed.). McMillan Publishing Company, New York.
Kohls, R. L., & Uhl, J. N. (1990). Marketing of agricultural products (7th ed.). Macmillan Publishing Company, New York.
Kotler, P. (2009). Manajemen pemasaran (Edisi ke-13). Erlangga, Jakarta.
Lakitan, B. (1995). Hortikultura: Teori, budidaya, dan pasca panen. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Mubyarto. (1989). Pengantar ekonomi pertanian (Edisi ke-3). LP3ES, Jakarta.
Narundana, V. T. (2011). Studi kelayakan bisnis tanaman buah jambu kristal pada kelompok tani Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Program Sarjana Alih Jenis, FEM-IPB.
Parimin, S. P. (2005). Jambu biji: Budidaya dan ragam pemanfaatannya. Penebar Swadaya, Bogor.
Prassojo. (2012). Tataniaga pertanian, saluran tataniaga, marjin tataniaga, dan pemasaran. Diakses dari http://shaylife.blogspot.com/2012/04/tataniaga-pertanian-saluran-tataniaga.html (23 Maret 2017, 21:00 WIB).
Siregar, F. B. S. (2010). Analisis pendapatan usahatani jambu biji Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Departemen Agribisnis, FEM-IPB.
Soedarya. (2010). Agribisnis guava (jambu batu). Pustaka Grafika, Bandung.
Soekartawi. (1989). Prinsip dasar ekonomi pertanian: Teori dan aplikasi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Soekartawi. (1991). Agribisnis: Teori dan aplikasinya. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Soekartawi. (2002). Manajemen pemasaran hasil-hasil pertanian. (Cetakan ke-3). Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Soekartawi. (2002). Prinsip dasar manajemen pemasaran hasil-hasil pertanian: Teori dan aplikasinya (Edisi Revisi). Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sudiyono, A. (2004). Pemasaran pertanian. UMM Press, Malang.
Sugiyono. (2010). Metode kajian bisnis (Cetakan ke-11). Alfabeta, Bandung.
Sujarweni, V. (2014). Metodologi kajian. Pustaka Baru Press, Yogyakarta.
—. (2001). Manajemen pemasaran (Edisi Millenium). PT Prehallindo, Jakarta.
Sukirno, S. (2003). Pengantar teori mikroekonomi (Edisi ke-3). Grafindo, Jakarta.
Sunarjono, H. (2013). Berkebun 26 jenis tanaman buah. Penebar Swadaya, Jakarta.
Walpole, R. E. (1995). Pengantar statistika. Gramedia Utama, Jakarta.