Simapherba Digital Mapping of Medicinal Plants for a Healthier Future

Authors

Prof. Dr. H, Agus Yadi Ismail,S.Hut, M.Si

Synopsis

SPESIFIKASI BUKU

Harga                    : Rp 45.000

Ukuran                  : 14.8 cm x 21 cm 

Jumlah Halaman : 70 hal

Ketebalan Buku  : 1  cm

ISBN                       : On Proses

Deskripsi Buku   : Buku ini lahir dari kebutuhan akan sebuah sistem informasi tanaman obat yang terintegrasi, akurat, dan mudah diakses, di tengah meningkatnya perhatian global terhadap kesehatan berbasis alam serta pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan sumber daya hayati. Penulisan buku ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pendekatan baru dalam memahami, memetakan, dan mengembangkan tanaman obat secara ilmiah, modern, dan berkelanjutan. Selama berabad-abad, tanaman obat telah menjadi pilar utama dalam praktik pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan megabiodiversitas terbesar, memiliki kekayaan tanaman obat yang luar biasa, namun belum seluruhnya terdokumentasi secara optimal. Perkembangan teknologi digital – seperti pemetaan geografis, basis data terintegrasi, big data analytics, dan kecerdasan buatan – telah membuka peluang baru untuk mempercepat riset, meningkatkan konservasi, dan memperluas pemanfaatan tanaman obat bagi kesehatan masyarakat. Buku ini hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui konsep SIMAPHERBA, sebuah sistem pemetaan digital tanaman obat yang dirancang untuk masa depan kesehatan yang lebih cerah. Melalui buku ini, penulis berupaya memberikan gambaran komprehensif mengenai pentingnya digitalisasi dalam dunia ii tanaman obat, mulai dari pendokumentasian, pemetaan, identifikasi, analisis fitokimia, hingga pengembangan produk herbal yang aman, efektif, dan terstandar. Pembahasan dalam buku ini juga mencakup sinergi antara kearifan lokal, ilmu pengetahuan modern, serta teknologi digital yang terus berkembang. Dengan demikian, pembaca tidak hanya diajak memahami konsep SIMAPHERBA secara teknis, tetapi juga melihat bagaimana sistem ini berkontribusi terhadap konservasi biodiversitas, penelitian ilmiah, edukasi publik, dan pembangunan industri herbal yang lebih berkualitas. Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyelesaian buku ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan, dan kontribusi berbagai pihak. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada para peneliti, akademisi, praktisi kesehatan, serta seluruh pihak yang telah memberikan masukan dan inspirasi selama proses penulisan. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang luas, menjadi rujukan ilmiah maupun praktis, serta membuka wawasan baru bagi para pembaca dalam memahami potensi besar yang dimiliki tanaman obat di era digital. Akhir kata, penulis berharap buku ini dapat menjadi langkah awal menuju integrasi antara teknologi modern dan kekayaan hayati Indonesia, serta mendorong terciptanya masa depan kesehatan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berkelanjutan. Semoga buku ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan tanaman obat di tingkat nasional maupun global.

 

REFERENSI :

Awang, D. V. C. (2019). Herbal medicine: Challenges and opportunities. CRC Press.

Balick, M. J., & Cox, P. A. (2021). Plants, people, and culture: The science of ethnobotany (2nd ed.). Scientific American Library.

Bruneton, J. (2016). Pharmacognosy, phytochemistry, medicinal plants (3rd ed.). Lavoisier.

Fabricant, D. S., & Farnsworth, N. R. (2001). The value of plants used in traditional medicine for drug discovery. Environmental Health Perspectives, 109(1), 69–75.

Heinrich, M., Barnes, J., Gibbons, S., & Williamson, E. (2018). Fundamentals of pharmacognosy and phytotherapy (3rd ed.). Elsevier.

Jang, H., & Kim, Y. S. (2020). Advances in artificial intelligence for medicinal plant research. Journal of Ethnopharmacology, 258, 112–120.

Kumar, S., & Pandey, A. K. (2013). Chemistry and biological activities of flavonoids. The Scientific World Journal, 2013, 1–16.

Liang, L., & Wang, X. (2022). Application of GIS in mapping medicinal plant diversity. Journal of Botanical Research, 45(3), 210–225.

Newman, D. J., & Cragg, G. M. (2020). Natural products as sources of new drugs over nearly four decades. Journal of Natural Products, 83(3), 770–803.

Olayemi, J. O., & Adewale, Y. A. (2020). Digital transformation in agriculture using IoT and big data. International Journal of Smart Agriculture, 5(2), 44–59.

Sagar, R., & Kumar, N. (2018). Blockchain technology for supply chain transparency in herbal products. Journal of Supply Chain Innovations, 12(4), 55–67.

Saslis-Lagoudakis, C. H., et al. (2015). Phylogenies reveal predictive power of traditional medicine in bioprospecting. Proceedings of the National Academy of Sciences, 112(50), 150–159.

Singh, R., Singh, M. K., & Chauhan, A. (2017). Medicinal plants: Chemistry and therapeutic properties. Daya Publishing House.

Solecki, R. S., & Shanidar Research Group. (2017). Ancient medicinal plants: Ethnobotanical studies. Cambridge University Press.

Sujarwo, W., Arinasa, I. B. K., et al. (2014). Ethnobotanical study of medicinal plants in Bali. Journal of Medicinal Plant Research, 8(7), 349–357.

Sulaiman, M. (2021). Teknologi digital dalam pengembangan tanaman obat di Indonesia. Jurnal Bioteknologi Tropis, 12(1), 15–30.

World Health Organization. (2013). WHO traditional medicine strategy 2014–2023. WHO Press.

World Health Organization. (2022). Global report on traditional & herbal medicine. World Health Organization Press.

Zhang, Q., & Zhao, H. (2020). Machine learning approaches in phytochemistry discovery. Computational Biology Journal, 28(2), 130–145.

Zhao, Z., & Chen, H. (2011). Authentication and quality assessment of medicinal plants using modern analytical techniques. Phytochemical Analysis, 22(3), 233–244.

Published

December 10, 2025

Details about the available publication format: Pratinjau Buku

Pratinjau Buku

Physical Dimensions

Details about the available publication format: Beli Buku

Beli Buku

Physical Dimensions