Menjaga Demokrasi, Menjamin Ketertiban: Dialektika Diskresi Polri Dalam Menghadapi Anarkisme
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 125.000
Ukuran : 18 cm x 25 cm
Jumlah Halaman : 206 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi Buku : Demokrasi pada dasarnya memberikan ruang yang luas bagi warga negara untuk menyampaikan aspirasi, mengemukakan kritik, serta berpartisipasi dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu bentuk paling nyata dari kebebasan tersebut adalah penyampaian pendapat di muka umum. Demonstrasi, aksi unjuk rasa, maupun berbagai bentuk ekspresi publik lainnya merupakan sarana yang digunakan masyarakat untuk menyampaikan pandangan terhadap berbagai kebijakan yang dianggap menyangkut kepentingan publik. Dalam kerangka negara hukum yang demokratis, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum bukan sekadar praktik politik, tetapi merupakan hak konstitusional yang dilindungi oleh hukum. Namun demikian, praktik penyampaian pendapat di muka umum tidak selalu berlangsung dalam situasi yang ideal sebagaimana yang diharapkan oleh prinsip-prinsip demokrasi. Dalam banyak peristiwa, demonstrasi dapat berkembang menjadi situasi yang tidak terkendali dan bahkan mengarah pada tindakan yang bersifat anarkis. Perusakan fasilitas publik, bentrokan dengan aparat keamanan, serta berbagai bentuk kekerasan lainnya sering kali muncul sebagai konsekuensi dari eskalasi konflik yang terjadi di lapangan. Ketika kondisi seperti ini terjadi, persoalan yang muncul tidak lagi semata-mata mengenai kebebasan berpendapat, tetapi juga menyangkut keamanan, ketertiban, dan perlindungan terhadap masyarakat secara luas.
REFERENSI :
Hakim, A. A. (2011). Negara hukum dan demokrasi di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Busro, A. (1989). Nilai dan berbagai aspeknya dalam hukum. Jakarta: Bhratara.
Chazawi, A. (2014). Pelajaran hukum pidana bagian 2. Jakarta: Rajawali Pers.
Hamzah, A. (2006). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.
Susanto, A. F. (2005). Semiotika hukum: Dari dekonstruksi teks menuju progresivitas makna. Bandung: Refika Aditama.
Susanto, A. F. (2010). Ilmu hukum non-sistematik: Fondasi filsafat pengembangan ilmu hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.
Susanto, A. F. (2015). Penelitian hukum transformatif-partisipatoris. Malang: Setara Press.
Araszkiewicz, M., & Pleszka, K. (2015). Logic in the theory and practice of lawmaking. Switzerland: Springer.
Tahir, A. M. (1992). Negara hukum. Jakarta: Bulan Bintang.
Manan, B. (2003). Teori dan politik konstitusi. Yogyakarta: FH UII Press.
Arief, B. N. (1992). Teori-teori dan kebijakan hukum pidana. Bandung: Alumni.
Arief, B. N. (1996). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Arief, B. N. (2007). Beberapa aspek pengembangan ilmu hukum pidana. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Arief, B. N. (2009). RUU KUHP baru: Sebuah restrukturisasi/rekonstruksi sistem hukum pidana Indonesia. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Kusumohamidjojo, B. (1999). Ketertiban yang adil. Jakarta: Grasindo.
Kusumohamidjojo, B. (1999). Ketertiban yang adil: Problematika filsafat hukum. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Kusumohamidjojo, B. (2015). Ketertiban yang adil versus ketidakadilan. Bandung: Fakultas Hukum Universitas Parahyangan.
Huda, C. (2006). Dari tiada pidana tanpa kesalahan menuju kepada tiada pertanggungjawaban pidana tanpa kesalahan. Jakarta: Kencana.
Kansil, C. S. T. (2002). Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Thaib, D. (2001). Kebebasan mengeluarkan pendapat di muka umum. Jakarta: Pustaka Utama.
Lev, D. S. (1990). Hukum dan politik di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Dellyana, S. (1988). Konsep penegakan hukum. Yogyakarta: Liberty.
Koentjoro, D. H. (2004). Hukum administrasi negara. Bogor: Ghalia Indonesia.
Winarno, D. (2006). Paradigma baru pendidikan kewarganegaraan. Jakarta: Bumi Aksara.
Engelbrecht, W. A., & Engelbrecht, E. M. L. (1956). Kitab undang-undang dan peraturan serta UUDS RI. Leiden: A. W. Sijthoff.
Kanter, E. Y., & Sianturi, S. R. (1982). Asas-asas hukum pidana di Indonesia dan penerapannya. Jakarta: Alumni AHM-PTHM.
Kanter, E. Y., & Sianturi, S. R. (2002). Asas-asas hukum pidana di Indonesia dan penerapannya. Jakarta: Storia Grafika.
Suseno, F. M. (1984). Etika politik. Jakarta: Gramedia.
Bayley, D. H. (1998). Police for the future. Jakarta: Cipta Manunggal.
Honderich, T. (1976). Punishment: The supposed justifications. Harmondsworth: Penguin Books.
Simorangkir, J. C. T., Erwin, R. T., & Prasetyo, J. T. (2000). Kamus hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Simorangkir, J. C. T., Erwin, R. T., & Prasetyo, J. T. (2008). Kamus hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Asshiddiqie, J. (1994). Gagasan kedaulatan rakyat dan pelaksanaannya di Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Asshiddiqie, J., & Safa’at, M. A. (2006). Teori Hans Kelsen tentang hukum. Jakarta: Mahkamah Konstitusi RI.
Pieris, J. (2007). Pembatasan konstitusional kekuasaan Presiden RI. Jakarta: Pelangi Cendekia.
Ibrahim, J. (2006). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia.
Efendi, J. (2016). Kamus istilah hukum. Jakarta: Kencana.
Kelsen, H. (2015). Teori hukum murni. Bandung: Nusa Media.
Darumurti, K. D. (2016). Diskresi: Kajian teori hukum. Yogyakarta: Genta Publishing.
Mulyadi, L. (2004). Kapita selekta hukum pidana, kriminologi dan victimologi. Jakarta: Djambatan.
Apeldoorn, L. J. van. (2001). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: Pradnya Paramita.
Packer, H. L. (1968). The limits of criminal sanctions. California: Stanford University Press.
Mahfud, M. D. (1993). Demokrasi dan konstitusi di Indonesia. Yogyakarta: Liberty.
Mahfud, M. D. (2003). Demokrasi, hak asasi manusia dan masyarakat madani. Jakarta: ICCE UIN.
Farida, M. (2006). Ilmu perundang-undangan: Dasar-dasar dan pembentukannya. Yogyakarta: Kanisius.
Effendy, M. (2012). Diskresi, penemuan hukum, korporasi dan tax amnesty dalam penegakan hukum. Jakarta: Referensi.
Friedman, L. M. (1959). Law in a changing society. London: Stevens & Sons.
Kusumaatmadja, M. (2002). Konsep-konsep hukum dalam pembangunan. Bandung: Alumni.
Kusumaatmadja, M. (n.d.). Fungsi dan perkembangan hukum dalam pembangunan nasional. Bandung: Binacipta.
Moeljatno. (2015). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.
Nazir, M. (1998). Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sholehuddin, M. (2003). Sistem sanksi dalam hukum pidana. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Muladi, & Arief, B. N. (1984). Teori-teori dan kebijakan pidana. Bandung: Alumni.
Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.
Poggi, G. (1992). The development of the modern state. California: Stanford University Press.
Pound, R. (1997). The development of constitutional guarantees of liberty. Yale: Yale University Press.
Rawls, J. (1971). A theory of justice. Cambridge: Harvard University Press.
Ridwan, H. R. (2016). Hukum administrasi negara. Jakarta: Rajawali Pers.
Atmasasmita, R. (2012). Teori hukum integratif. Yogyakarta: Genta Publishing.
Atmasasmita, R. (2018). Teori hukum integratif. Yogyakarta: Genta Publishing.
Soesilo, R. (1991). KUHP serta komentar-komentarnya lengkap pasal demi pasal. Bogor: Politeia.
Rahardjo, S. (2002). Polisi sipil. Jakarta: Kompas.
Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Rahardjo, S. (2006). Membedah hukum progresif. Jakarta: Kompas.
Rahardjo, S. (2009). Masalah penegakan hukum. Bandung: Sinar Baru.
Soekanto, S. (1975). Beberapa permasalahan hukum dalam kerangka pembangunan di Indonesia. Jakarta: UI Press.
Soekanto, S. (1983). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: Rajawali.
Soekanto, S. (2008). Pokok-pokok sosiologi hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Mertokusumo, S. (1996). Mengenal hukum. Yogyakarta: Liberty.
Mertokusumo, S. (2003). Mengenal hukum. Yogyakarta: Liberty.
Hartono, S. (1994). Penelitian hukum di Indonesia pada akhir abad ke-20. Bandung: Alumni.
Prasetyo, T. (2016). Hukum pidana. Jakarta: Rajawali Pers.
Barker, T., & Carter, D. L. (1999). Police deviance. Jakarta: Cipta Manunggal.
Utrecht. (1962). Pengantar hukum administrasi negara Indonesia. Jakarta: Ichtiar.
Dicey, A. V. (1915). Introduction to the study of the law of the constitution. London: Macmillan.
Winarta. (2011). Demokrasi modern dalam konsep negara hukum. Jakarta: Pustaka Utama.
Poerwadarminta, W. J. S. (1985). Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Puspa, Y. P. (1977). Kamus hukum. Semarang: Aneka Ilmu.
Ohoitimur, Y. (1997). Teori etika tentang hukuman legal. Jakarta: Gramedia.
Yuliandri. (2010). Asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik. Jakarta: RajaGrafindo Persada.