Peran Clinical Intruktur Dalam Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Di Rumah Sakit

Authors

Tita Kartika Dewi, S.Si.T., M.Kes

Synopsis

SPESIFIKASI BUKU

◉ Harga                    : Rp 45.000

◉ Ukuran                  : 14,8 x 21 cm

◉ Jumlah Halaman : 84 hal

◉ Ketebalan Buku  : 1  cm

◉ ISBN                       : On Proses

◉ Deskripsi Buku   : Buku ini disusun sebagai bentuk kontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan tenaga kesehatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran klinik di lingkungan rumah sakit. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari sistem kesehatan yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam pelaksanaannya, diperlukan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sikap profesional, kemampuan komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap etika pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, proses pendidikan tenaga kesehatan, khususnya melalui pembelajaran klinik, memiliki peranan yang sangat strategis. | ii Clinical Instructor (CI) sebagai pembimbing dalam pembelajaran klinik memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kompetensi peserta didik. CI tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, evaluator, motivator, serta role model dalam praktik pelayanan kesehatan. Melalui bimbingan yang tepat, peserta didik diharapkan mampu mengintegrasikan teori dengan praktik serta mengembangkan keterampilan klinis yang sesuai dengan standar profesi. Buku ini disusun secara sistematis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai peran Clinical Instructor dalam asuhan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit. Pada bagian awal, buku ini membahas konsep dasar serta pengertian Clinical Instructor sebagai landasan dalam memahami perannya. Selanjutnya, dibahas berbagai model pembelajaran klinik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, termasuk pendekatan berbasis pengalaman, pembelajaran berbasis masalah, serta integrasi teknologi dalam pendidikan kesehatan.

 

REFERENSI :

 

Benner, P. (1984). From novice to expert: Excellence and power in clinical nursing practice. Menlo Park, CA: Addison-Wesley.

Bondy, K. N. (1983). Criterion-referenced definitions for rating scales in clinical evaluation. Journal of Nursing Education, 22(9), 376–382.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 378/Menkes/SK/IV/2007 tentang Standar Profesi Perawat Gigi. Jakarta: Depkes RI.

Dreyfus, S. E., & Dreyfus, H. L. (1980). A five-stage model of the mental activities involved in directed skill acquisition. Berkeley: University of California.

Harden, R. M., & Crosby, J. (2000). AMEE Guide No. 20: The good teacher is more than a lecturer – The twelve roles of the teacher. Medical Teacher, 22(4), 334–347.

Holmboe, E. S., Hawkins, R. E., & Huot, S. J. (2004). Effects of training in direct observation of medical residents' clinical competence. Annals of Internal Medicine, 140(11), 874–881.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2009a). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2009b). Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Jakarta: Kemendikbud.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Miller, G. E. (1990). The assessment of clinical skills/competence/performance. Academic Medicine, 65(Suppl. 9), S63–S67.

Nilsson, J., Engström, M., & Florin, J. (2012). Clinical instructors’ perspectives on nursing students’ clinical learning: A grounded theory study. Journal of Advanced Nursing, 68(3), 663–674.

Paget, N. S., & Rathbone, A. J. (2009). Clinical teaching and supervision in allied health. Adelaide: Flinders University Press.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Jakarta: Kemenristekdikti.

Pratt, D. D., & Collins, J. B. (2001). Teaching perspectives inventory. Retrieved from http://www.teachingperspectives.com

Ramsden, P. (2003). Learning to teach in higher education (2nd ed.). London: RoutledgeFalmer.

Schön, D. A. (1987). Educating the reflective practitioner: Toward a new design for teaching and learning in the professions. San Francisco: Jossey-Bass.

Stalmeijer, R. E., McNaughton, N., & Van Mook, W. N. K. A. (2010). Using focus groups in medical education research: AMEE Guide No. 91. Medical Teacher, 36(11), 923–939.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

World Health Organization. (2009). WHO guidelines on hand hygiene in health care. Geneva: WHO Press.

World Health Organization. (2011). Patient safety curriculum guide: Multi-professional edition. Geneva: WHO Press.

Yonker, M. W., Ramsbottom, M., Cook, B., & Evans, D. (2015). The effect of feedback techniques on medical student learning and clinical skills development. Academic Medicine, 90(7), 1012–1019.

Zaman, N. (2019). Panduan pembimbing klinik keperawatan: Teori dan praktik. Jakarta: Penerbit EGC.

Published

April 10, 2026

Details about the available publication format: Pratinjau Buku

Pratinjau Buku

Physical Dimensions

Details about the available publication format: Beli Buku

Beli Buku

Physical Dimensions