BUKU CURICULA Pendekatan Deep Learning berbasis Etno- STEM pada Pembelajaran IPA SMA
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 85.000
Ukuran : 18 cm x 25 cm
Jumlah Halaman : 156 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi Buku :
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika kehidupan masyarakat menuntut adanya transformasi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penguasaan materi semata, tetapi harus mampu membangun pemahaman yang mendalam (Deep Learning), mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta karakter peserta didik. Di sisi lain, kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia merupakan sumber belajar yang sangat potensial, namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, integrasi pendekatan Deep Learning dengan Etno-STEM menjadi salah satu alternatif yang dapat menghadirkan pembelajaran IPA yang lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata.
REFERENSI :
Admin. (2022). Dawet ayu: Minuman khas Banjarnegara yang tersohor di Indonesia. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Admin. (2014). Khas Kebumen akan lantingnya. Kompasiana.
Amirudin, M. (2023). Festival Pasar Sitalang: Membangun sinergi dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan wisata lokal oleh Pj. Wali Kota Salatiga. GenPI Jawa Tengah.
Arrazaq, N. R. (2022). Tradisi wiwit mbako Temanggung di Jawa Tengah sebagai sumber sejarah. Sosia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial. https://journal.uny.ac.id/index.php/sosia/article/view/52757
Fitria, E., & Wisudawati, A. W. (2018). The development of ethnoscience-based chemical enrichment book as a science literacy source of students. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 7(1), 103–112.
Ihatenkkarya. (2024). Drumblek di Salatiga: Sejarah dan alat yang digunakan. Kumparan.
Khoiri, A., & Sunarno, W. (2018). Pendekatan etnosains dalam tinjauan filsafat: Implementasi model pembelajaran STEM. Spektra: Jurnal Kajian Pendidikan Sains, 4(2), 145–152.
Kurnia, A. D. (2025). Sejarah gethuk kethek lengkap: Rasa, bahan, dan cara membuatnya. Detik Jateng.
Merdeka.com. (2023). Mengenal ruwat rigen, tradisi petani Temanggung jelang panen tembakau. https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-ruwat-rigen-tradisi-petani-temanggung-jelang-panen-tembakau.html
Najiha, F. A. (2023). Tari Lawet, kesenian khas Kebumen yang kembali menunjukkan eksistensinya. Good News From Indonesia.
Optimizer. (2023). Tradisi sedekah laut Desa Pasir Kebumen. Geopark Kebumen.
Parmin, & Fibriana, F. (2019). Prospective teachers’ scientific literacy through ethnoscience learning integrated with local wisdom. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8(2), 201–208.
Rafif. (2018). Tari embeg Banjarnegara. Perpustakaan Digital Budaya Indonesia.
Rostikawati, D., & Permanasari, A. (2016). Rekonstruksi sains dalam pendekatan socioscientific issues pada pembelajaran sains. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 5(2), 145–152.
Rukmorini, R. (2022). Gairah jaran kepang Temanggung. Kompas. https://interaktif.kompas.id/baca/gairah-jaran-kepang-temanggung/
Rusnaini, R., Raharjo, R., Suryaningsih, A., & Noventari, W. (2021). Intensifikasi profil pelajar Pancasila dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 230–249.
Smart City Temanggung. (2023). Festival wiwit mbako Temanggung. https://smartcity.temanggungkab.go.id/frontend/d_informasi/234
Smart City Temanggung. (2023). Kerajinan jaran kepang. https://smartcity.temanggungkab.go.id/frontend/d_informasi/230
Sumarni, W., & Kadarwati, S. (2020). Ethnoscience in science learning through local wisdom integration. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(3), 357–365.
Wadaihangit. (2026). Ruwatan rambut gimbal. Wikipedia Bahasa Indonesia.
Wagino. (2025). Mi ongklok. Wikipedia Bahasa Indonesia.
Widiantoro, R. N. (2014). Hukum adat dan adat istiadat Banjarnegara. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED).
Wuriyanto, A. (2019). Tari Topeng Lenggeran Wonosobo. Wikipedia Bahasa Indonesia.