Pontang dalam Lintasan Sejarah Banten
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 90.000
Ukuran : 14,8 x 21 cm
Jumlah Halaman : 199 hal
Ketebalan Buku : 2 cm
ISBN : On Proses
Pontang bukanlah wilayah yang lahir tanpa jejak sejarah. Nama daerah ini telah tercatat dalam berbagai sumber penting, seperti catatan pelaut Portugis Tome Pires pada awal abad ke-16, peta-peta kolonial Belanda, serta berbagai naskah tradisional, termasuk Babad Banten. Fakta tersebut menunjukkan bahwa Pontang telah dikenal sebagai kawasan strategis yang memiliki peran dalam aktivitas perdagangan, pemerintahan, dan perkembangan masyarakat di pesisir utara Banten sejak masa lampau.
References
Ali, M. (2012). Pengantar ilmu sejarah Indonesia. Yogyakarta:
LKiS.
Ambary, H. M. (1998). Menemukan peradaban: Jejak
arkeologis dan historis Islam Indonesia. Jakarta: Logos
Wacana Ilmu.
Ali, M & Darmayanti, ET. (2014). Sejarah Bangunan Pendopo
Gubernur Banten, Dikbudpar. Provinsi Banten.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang. (2024). Kecamatan
Pontang dalam angka 2024. Serang: BPS Kabupaten
Serang.
Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten. (n.d.). Laporan
inventarisasi dan dokumentasi cagar budaya Banten.
Serang: BPCB Banten.
Djajadiningrat, H. (1983). Tinjauan kritis tentang sejarah
Banten. Jakarta: Djambatan.
Gottschalk, L. (2008). Mengerti sejarah. Jakarta: UI Press.
Guillot, C. (2008). Banten: Sejarah dan peradaban abad X–
XVII. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Haki, U., Wijaya, A., Nurdiansyah, D., Rasimah, Safitri, I., Futri,
C., et al. (2022). Dari Surosowan ke Istana Tirtayasa:
Sebuah napak tilas Sultan Ageng. Tasikmalaya: Rumah
Cemerlang Indonesia.
Haki, U., (2022). Dari Surosowan ke Istana Istana Tirtyasa :
Sebuah Napak Tilas Sultan Ageng. Kabar Banten. (3/08)
Haki, U., (2023). Pontang Daerah Ex Kolonial : Antara Fakta
dan Cerita. Kabar Banten (1/08)
Haki, U., (2021). Tanara Pasca Runtuhnya Kesultanan Banten.
Kabar Banten (29/07)