Ngarumat Lembur (Ciherang 2) Menjaga Warisan Leluhur & Tradisi Karuhun
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 85.000
Ukuran : 14,8 x 21 cm
Jumlah Halaman : 92 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi : Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, berbagai warisan budaya lokal menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun berpotensi mengalami pergeseran bahkan kehilangan makna apabila tidak dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. Oleh karena itu, upaya ngarumat lembur bukan hanya sekadar menjaga tradisi, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah | ii mewariskan nilai-nilai kehidupan yang luhur dan penuh makna. Buku ini memuat berbagai informasi mengenai kehidupan masyarakat, nilai-nilai gotong royong, adat istiadat, tradisi karuhun, serta berbagai aktivitas budaya yang menjadi identitas dan kekayaan Ciherang 2. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran, sumber informasi, sekaligus sarana refleksi bagi masyarakat untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya daerahnya. Lebih dari sekadar dokumentasi, buku ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu masyarakat tidak harus menghilangkan akar budayanya. Justru dengan memahami, menjaga, dan mengembangkan nilai-nilai lokal, masyarakat dapat membangun masa depan yang lebih kuat, berkarakter, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati dirinya. Kearifan lokal yang diwariskan oleh para karuhun mengandung banyak pelajaran tentang kebersamaan, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap sesama.
REFERENSI :
Peraturan Perundang-undanganUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2024.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
BukuDeenik, A. C. (1929). Babad Pasoendan jeung ringkeusan Babad Hindia (R. Satjadibrata & R. Soepan Iskandar, Trans.; Ed. ke-2). J. B. Wolters’ Uitgevers-Maatschappij N.V.
Ekadjati, E. S. (1977). Wawacan sejarah Galuh. EFEO.
Haan, F. de. (1910). Priangan: De Preanger Regentschappen onder het Nederlandsch Bestuur tot 1811. Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.
Hardjasaputra, A. S., Bastaman, H. D., Ekadjati, E. S., Rosidi, A., van Zanten, W., & Darsa, U. A. (2004). Bupati di Priangan: Kedudukan dan peranannya pada abad ke-17–abad ke-19. Pusat Studi Sunda.
Irwan. (2022). Buku ajar sosiologi pedesaan. CV. Bintang Semesta Media.
Padiatra, A. M. (2020). Ilmu sejarah: Metode dan praktik. JSI Press.
Rauf, R., & Maulidiah, S. (n.d.). Pemerintahan desa. Zanapa Publishing; Nusa Media.
Artikel JurnalBihari. (2018). Pendidikan sejarah dan ilmu sejarah, 1(1).
Boedi, O. B. (2021). Pemilihan lokasi pusat-pusat pemerintahan di Kabupaten Ciamis pada abad XVI–XIX [The selection of the location of government centers in the District of Ciamis in the XVI–XIX centuries]. Jurnal Panalungtik, 4(2).
Nas, P. J., & Jaffe, R. (2009). Informal spaces in the modern city: The kampung as an urban phenomenon. Journal of Urban Anthropology, 38(2), 121–145.
Sofiani, Y. (n.d.). Perubahan kedudukan dan kekuasaan bupati Priangan pada tahun 1800–1916. Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Siliwangi.
Sofiani, Y. (n.d.). Pemimpin tradisional dalam birokrasi modern: Perubahan kekuasaan dan kedudukan bupati-bupati Galuh (1836–1916). Universitas Siliwangi.
Wulandari, A. N., Tusaddiah, H., Sari, A. P., Pebrina, Y., & Waruwu, A. (2024). Masa pendudukan Jepang di Indonesia. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(3).
Z. Muhsin, M. (2008, November 20). Terbentuknya Keresidenan Priangan [Makalah]. Program Pascasarjana Fakultas Sastra, BKU Ilmu Sejarah, Universitas Padjadjaran.
Karya Ilmiah dan SkripsiAngkianata, Y. P. (2015). Perubahan kewenangan pemerintah desa di Indonesia [Artikel ilmiah, Universitas Brawijaya, Fakultas Hukum].
Ramadhan, G. G. (2017). Kabupaten Galuh di bawah kepemimpinan R. A. A. Kusumadiningrat (1839–1886) [Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia]. Repository Universitas Pendidikan Indonesia.
PedomanDirektorat Nilai Sejarah, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. (2006). Penulisan sejarah lokal: Sebuah pedoman praktis [Writing local history: A practical guide].