Teknologi Fermentasi Pakan Entog: Solusi Pemanfaatan Limbah Ikan Lele Dan Batang Pisang Bagi Peternak Modern
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 165.000
Ukuran : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : 211 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi Buku : Buku ini disusun sebagai salah satu upaya untuk mendukung pengembangan peternakan entog yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Tingginya biaya pakan yang mencapai sebagian besar biaya produksi merupakan tantangan utama yang dihadapi peternak. Di sisi lain, limbah hasil perikanan dan pertanian, seperti limbah ikan lele dan batang pisang, memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan alternatif apabila diolah dengan teknologi yang tepat. Teknologi fermentasi merupakan salah satu inovasi yang mampu meningkatkan kualitas nutrisi bahan pakan, memperbaiki kecernaan, mengurangi senyawa antinutrisi, serta meningkatkan daya simpan bahan pakan. Melalui penerapan teknologi ini, limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi pakan berkualitas yang bernilai ekonomis sekaligus mendukung prinsip pertanian dan peternakan berkelanjutan. Penyusunan buku ini merupakan hasil pengembangan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Fitria Farm sebagai mitra. Pengalaman implementasi teknologi fermentasi pada tingkat peternak menjadi dasar penyusunan materi sehingga buku ini tidak hanya menyajikan konsep ilmiah, tetapi juga memberikan panduan praktis yang dapat diterapkan oleh peternak, penyuluh, mahasiswa, dosen, maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan peternakan entog. Materi yang disajikan meliputi karakteristik dan kebutuhan nutrisi entog, potensi limbah ikan lele dan batang pisang sebagai bahan pakan, prinsip-prinsip teknologi fermentasi, proses pembuatan pakan fermentasi, aplikasi pada usaha peternakan, hingga analisis ekonomi dan strategi pengembangan usaha. Dengan demikian, pembaca diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi fermentasi sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan.
REFERENSI :
Abun. (2008). Hubungan mikroflora saluran pencernaan dengan produktivitas ternak unggas. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.
Adams, M. R., & Moss, M. O. (2008). Food microbiology (3rd ed.). Royal Society of Chemistry.
Akinfemi, A., Adu, O. A., & Doherty, F. (2009). Conversion of sorghum stover into animal feed with white-rot fungi: Pleurotus ostreatus and Pleurotus pulmonarius. African Journal of Biotechnology, 8(8), 1706–1712.
Anggorodi, R. (1994). Ilmu makanan ternak unggas. UI Press.
Anggorodi, R. (1995). Ilmu makanan ternak umum. Gramedia Pustaka Utama.
AOAC International. (2005). Official methods of analysis of AOAC International (18th ed.). Association of Official Analytical Chemists.
AOAC International. (2016). Official methods of analysis of AOAC International (20th ed.). AOAC International.
Arief, I. I., Jenie, B. S. L., Astawan, M., & Fujiyama, K. (2012). Identification and probiotic characteristics of lactic acid bacteria isolated from Indonesian fermented meat products. International Food Research Journal, 19(1), 33–39.
Astuti, D. A., & Suryani, A. (2015). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif untuk meningkatkan produktivitas ternak. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 3(2), 89–96.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Badan Standardisasi Nasional. (2013). SNI 7784:2013: Pakan itik pedaging. Badan Standardisasi Nasional.
Buckle, K. A., Edwards, R. A., Fleet, G. H., & Wootton, M. (2013). Ilmu pangan. UI Press.
Candrawati, D. P. M. A., Sukada, I. M., & Suasta, I. M. (2014). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak ruminansia. Majalah Ilmiah Peternakan, 17(2), 60–65.
Church, D. C., Pond, W. G., & Pond, K. R. (2002). Basic animal nutrition and feeding (5th ed.). Wiley.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2023). Statistik peternakan dan kesehatan hewan. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Fardiaz, S. (1992). Mikrobiologi pangan. Gramedia Pustaka Utama.
Fuller, R. (1989). Probiotics in man and animals. Journal of Applied Bacteriology, 66(5), 365–378.
Ginting, S. P., & Krisnan, R. (2006). Pengaruh fermentasi menggunakan mikroba terhadap kualitas nutrisi bahan pakan. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 11(2), 125–131.
Haryanto, B. (2012). Perkembangan kajian nutrisi ruminansia di Indonesia. Wartazoa, 22(4), 169–177.
Hidayat, N., Padaga, M. C., & Suhartini, S. (2006). Mikrobiologi industri. Andi Offset.
Irianto, A. (2003). Probiotik akuakultur. Gadjah Mada University Press.
Ismoyowati. (2012). Produktivitas dan kualitas daging itik lokal Indonesia. Jurnal Peternakan Indonesia, 14(3), 409–416.
Kamal, M. (1994). Nutrisi ternak I. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.
Khan, S. H., Atif, M., Mukhtar, N., Rehman, A., & Fareed, S. (2011). Effects of supplementation of probiotics on the growth performance and intestinal microbiota of broiler chickens. Pakistan Journal of Nutrition, 10(3), 272–276.
Leeson, S., & Summers, J. D. (2005). Commercial poultry nutrition (3rd ed.). Nottingham University Press.
McDonald, P., Edwards, R. A., Greenhalgh, J. F. D., Morgan, C. A., Sinclair, L. A., & Wilkinson, R. G. (2011). Animal nutrition (7th ed.). Pearson Education.
Murni, R., Suparjo, Akmal, & Ginting, B. (2008). Buku ajar teknologi pemanfaatan limbah untuk pakan. Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
National Research Council. (1994). Nutrient requirements of poultry (9th rev. ed.). National Academy Press.
National Research Council. (2001). Nutrient requirements of dairy cattle (7th rev. ed.). National Academy Press.
Nuraini. (2009). Performa broiler dengan ransum mengandung produk fermentasi limbah agroindustri. Jurnal Peternakan Indonesia, 11(1), 35–42.
Parakkasi, A. (1999). Ilmu nutrisi dan makanan ternak ruminansia. UI Press.
Pond, W. G., Church, D. C., Pond, K. R., & Schoknecht, P. A. (2005). Basic animal nutrition and feeding (5th ed.). John Wiley & Sons.
Rasyaf, M. (2011). Panduan beternak ayam pedaging. Penebar Swadaya.
Ravindran, V. (2013). Feed enzymes: The science, practice and metabolic realities. Journal of Applied Poultry Research, 22(3), 628–636.
Sari, M. L., & Ginting, B. (2012). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan unggas. Jurnal Peternakan Sriwijaya, 1(1), 1–8.
Soeharsono. (2010). Probiotik: Basis ilmiah, aplikasi dan aspek praktis. Widya Padjadjaran.
Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika: Suatu pendekatan biometrik. Gramedia Pustaka Utama.
Sutardi, T. (1980). Landasan ilmu nutrisi. Departemen Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak IPB.
Tillman, A. D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosoekojo, S. (1998). Ilmu makanan ternak dasar. Gadjah Mada University Press.
Utomo, R. (2015). Konservasi hijauan pakan dan peningkatan kualitas bahan pakan. Gadjah Mada University Press.
Winarno, F. G., & Fardiaz, S. (1984). Biofermentasi dan biosintesa protein. Angkasa.
Yunilas. (2009). Bioteknologi fermentasi pakan dalam peningkatan kualitas nutrisi bahan pakan. Jurnal Peternakan Integratif, 1(1), 1–10.