Edukasi Wayang Thengul Digital
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 25.000
Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : 20 hal
Ketebalan Buku : 0.3 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi Buku : Wayang thengul merupakan kesenian yang berasal dari kota Bojonegoro. Kesenian wayang thengul terinspirasi dari berbagai kesenian terutama wayang golek manak dari kudus, sehingga di dalamnya terdapat akulturasi. Kesenian wayang thengul ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro sebagai kesenian khas Bojonegoro dengan karakter tokoh dan kekhasan bentuknya. Wayang thengul merupakan wayang 3 dimensi yang terbuat dari kayu bulat dan tebal. Bagian bawah dan kaki dibalut dengan pakaian dan kain (sarung). Untuk memainkan wayang tersebut dengan cara memasukkan tangan sang dalang (orang yang memainkan cerita wayang dalam sebuah pementasan) masuk ke dalamnya. Dalang menggerak-gerakkan boneka tersebut dengan ibu jari dan jari telunjuk, sedangkan tiga jari lain memegang tangkai wayang. Boneka sebelah atas biasanya telanjang, kecuali pada beberapa pelawak dan pahlawan, memakai baju sikepan. Wayang Thengul merupakan ikon kesenian Kabupaten Bojonegoro, meski juga banyak terdapat di Blora dan Cepu Jawa Tengah serta sebagian menyebar di Tuban dan bahkan di Yogyakarta. Saat ini sedikit anak-anak yang mengenal wayang thengul. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah kurangnya sosialisasi dan pembelajaran yang mengangkat tema Edukasi Wayang Thengul Digital lokal wisdom. Padahal pembelajaran akan menarik dan bermakna jika anak-anak melakukan pembelajaran dengan contoh, ilustrasi, pengenalan tempat, kesenian, kerajinan, dan hal-hal lain yang dekat dengan kehidupan dan lingkungan sehari-hari anak. Buku ini dibuat untuk mengenalkan wayang thengul kepada generasi muda masyarakat Bojonegoro sejak dini. Buku ini dibuat dengan desain gambar yang menarik, warna yang cerah, dan memunculkan gambar digital wayang thengul, sehingga siswasiswa sekolah dasar bisa memahami gambar dan bentuk wayang thengul secara real. Buku ini juga dapat bermanfaat untuk para guru sebagai media pembelajaran yang unik, menarik, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Pembelajaran yang dikemas dengan cerita dan didukung gambar ilustrasi, warna yang cerah, dan desain tokoh wayang yang hidup mampu membangkitkan motivasi anak untuk membaca dan memahami isi cerita, sehingga mendukung peningkatan kemampuan kosa kata siswa SD. Selain itu, tema wayang thengul yang diangkat dalam buku ini menjadi daya tarik sekaligus bentuk pelestarian lokal wisdom (kearifan lokal) yang ada di kabupaten Bojonegoro, sehingga anak-anak mengenal dan cinta terhadap kearifan lokal Bojonegoro.