Sepenggal Sastra Lisan Mojokerto Antologi Legenda Kolam Petirtaan Di Mojokerto (Kajian Sosiologi Sastra Lisan)
Keywords:
Sepenggal Sastra Lisan Mojokerto Antologi Legenda Kolam Petirtaan Di Mojokerto (Kajian Sosiologi Sastra Lisan)Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
◉ Harga : Rp 55.000
◉ Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
◉ Jumlah Halaman : 106 hal
◉ Ketebalan Buku : 1 cm
◉ ISBN : 978-623-448-044-3
◉ Deskripsi Buku : Buku yang berjudul Antologi Legenda Kolam Petirtaan di Kabupaten Mojokerto Kajian Sosiologi Sastra Lisan bertujuan untuk memperkenalkan salah satu sastra lisan khususnya legenda yang tesebar di Kabupaten Mojokerto yang pewarisannya diturunkan secara turun temurun. Penulis tertarik untuk mengkaji Legenda Kolam Petirtaan di Kabupaten Mojokerto yang meliputi tiga objek yaitu: (1) Kolam segaran, (2) Kolam Candi Tikus, (3) Kolam Candi Jalatunda, karena sebelumnya belum ada yang meneliti dan disamping itu dapat dijadikan salah satu usaha untuk melestarikan sastra lisan khususnya mengenai Legenda Kolam Petirtaan. Tambahan pula, legenda tersebut akan dikaji menggunakan 1) Teori struktur Maranda, 2) Teori fungsi Alan Dundes, 3) Konsep Kearifan Lokal, 4) Konsep Kepercayaan, dan 5) Konsep Pengaruh. Legenda kolam petirtaan ini berasal dari Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto dan desa Seloliman, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto. Lokasi tersebut merupakan peninggalan kerajaan Majapahit dan Kerajaan Kahuripan, dan di desa tersebut ada legenda Kolam Petirtaan yaitu legenda Kolam Segaran, Kolam Candi Tikus, dan Kolam Candi Jalatunda. Alasan penulis memilih legenda tersebut karena sepengetahuan penulis Legenda Kolam Petirtaan belum pernah dikaji, Legenda Kolam Petirtaan tersebut sangat menarik untuk dikaji dan berdasarkan pertimbangan bahwa cerita ini sampai sekarang masih dipercaya oleh asyarakat Mojokerto, penulis merasa legenda tersebut perlu diselamatkan, dipelihara, dan dikembangkan untuk meningkatkan pembinaan dan pemelihara nasional, sebagai identitas kebanggaan suatu daerah. Buku ini dihadirkan pada pembaca sebagai jawaban terhadap kekosongan buku sejenis. Buku ini hadir untuk mengusung pelestarian sastra lisan pada budaya lokal. Target pembaca buku ini antara lain; 1) Kalangan akademis dengan bidang dan minat bahasa dan sastra lisan pada khususnya, 2) Para pemuda generasi penerus bangsa yang akan mewarisi sastra lisan yang perlu diselamatkan, 3) Masyarakat umum yang diharapkan juga perlu mengetahui, menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal yang berupa sastra lisan sebagai identitas budaya daerah. Buku ini merupakan hasil transformasi dari tugas skripsi tahun 2012. Penulis mengharapkan kritik dan saran positif dari pembaca guna memperbaiki kekurangan dalam buku ini. Semoga buku ini mendapat manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.