Bela Negara Kesadaran Kolektif Bangsa Dan Tantangan Masa Depan

Authors

Kolonel Kav Tjetjep Darmawan.; Kolonel Inf Faisal Ahmadani, S.E., M.Si.; Kolonel Mar Yudi Junaedi, S.E.; Kolonel Sus Andi Muh. Darlis, S.IP., M.IP., M.Si.; Kapten Inf Dr. Teguh Anggoro, S.I.P., M.Sc.

Synopsis

SPESIFIKASI BUKU

Harga                    : Rp 85.000

Ukuran                  : 18 x 25 cm

Jumlah Halaman : 207 hal

Ketebalan Buku  : 2 cm

ISBN                       : 978-623-448-726-8

Deskripsi Buku   : Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dan letak yang strategis jelas sangat menguntungkan. Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan manusia Indonesia untuk berkompetisi dengan bangsa lain di dunia, terutama kesiapan mental. Kesiapan mental ditandai dengan terbangunnya karakter yang dibutuhkan guna menghadapi Indonesia Emas 2045 adalah kemampuan untuk menghadapi derasnya kemajuan teknologi, terutama teknologi robotik, yang tidak bisa menggantikan manusia karena ketidakadaan critical thinking (kemampuan untuk mengkritik) atau merasakan emosional. Kesiapan mental dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang menenempatkan penggunaan robot sebagai tenaga kerja menjadi tantangan bagi seluruh manusia Indonesia terutama generasi muda yang diproyeksikan akan memimpin negeri ini pada peringatan di 100 tahun Kemerdekaan Indonesia. Apabila tidak ada turbulensi politik yang mengganggu stabilitas nasional, berbagai pihak seperti Bank Dunia atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI (Bappenas RI) memprediksikan bahwa Indonesia berpeluang untuk masuk 10 besar negara perekonomian terkuat di dunia pada 2030, dengan catatan kondisi Indonesia di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara terus membaik, Indonesia akan bersaing dengan negara-negara yang saat ini menguasai perekonomian dunia, seperti Amerika Serikat dan China. Bonus demografi yang diperkirakan akan didapatkan Indonesia dalam kurun waktu tersebut merupakan kunci meningkatnya produktivitas dan sekaligus kemandirian perekonomian Indonesia. Persaingan untuk mendapatkan dan menguasai sumber daya alam yang justru semakin menipis, semain ketat bahkan menghalalkan segala cara. Persaingan tersebut telah menimbulkan konflik yang berujung terjadinya peperangan di berbagai belahan dunia seperti: Mesir, Libya, Irak, Iran, Kuwait, Suriah, Sudan, Kongo, Yaman, Nigeria, dan Ukraina. Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dunia seiring meningkatnya angka harapan hidup, meningkatkan demand sementara suplai kebutuhan justru semakin mengecil. Persaingan untuk mendapatkan dan menguasai sumber daya alam terutama mineral dan bahan bakar fosil terus membawa dunia pada situasi yang seakan terlihat seperti neokolonialisme dan sekaligus neo- imperialisme.

Published

December 8, 2023

Details about the available publication format: Pratinjau Buku

Pratinjau Buku

Physical Dimensions

Details about the available publication format: Beli Buku

Beli Buku

Physical Dimensions